Pages

Friday, September 25, 2015

Teka-Teki Jahanam

Pernah dong dapat teka-teki seperti ini. Pertama kali dapat, saya bingung setengah mati. Meras otak cari tahu dari mana bisa ada selisih seribu perak tersebut. Secara logika harusnya hitungan kiri dan kanan harus sama. Berdasarkan aturan pembukuan neraca berimbang, angka penjumlahan kolom kiri (pemasukan) harus sama dengan kolom kanan (pengeluaran).


Nah di sini kesalahan terbesarnya. Dari penjelasan pengeluaran si Andi, kolom kiri dan kanan bukanlah pemasukan. Kolom kiri adalah pengeluaran, sementara kolom kanan adalah saldo. Dalam sistem pembukuan, sisa uang (saldo) bukanlah elemen untuk dijumlahkan. Dia adalah untuk mencocokan. Dalam artian, ketika jumlah pemakaian (total pengeluaran Andi) mencapai angka yang sama dengan jumlah uang sebelumnya (dalam hal ini Rp 50.000,-) maka total di saldo harus Rp 0,-.

Kalau melihat ilustrasi di atas, sepertinya agak membingungkan. Bisa lebih jelas dengan ilustrasi berikut.


Anggap saja kali ini Andi punya 10 mangga. 1 mangga dibagi ke Anto, sisa 9 mangga; benar bukan? Ia kemudian berturut-turut membagikan sisa mangga ke Yudi (sisa 8 mangga kan?), ke Nita 1 magga (sisa 7) kemudian ke Mita 1 mangga (sisa 6). Terakhir, 6 mangga tersebut diberikan ke ibunya (total 0).

Kita lihat, angka di kotak berwarna biru (jumlah mangga sebelumnya) harus sama dengan kotak berwarna hijau (jumlah mangga yang dibagikan). Jika mengikuti pola perhitungan uang Andi, kita lihat ketika saldo/sisa mangga kita jumlahkan, angkanya mencapai 30. Jadi jelas yah kalau saldo itu bukan untuk dijumlahkan. Tapi selisih yang tersisa harus sesuai. Ketika angka di kotak biru sudah sama dengan kotak hijau, maka angka di atas kotak merah (saldo) harus 0 (nihil). Karena semua mangga sudah habis dibagikan.

Demikian, semoga jelas.

Ditulis di hari kejepit saat nuansa mood masih dalam euphoria liburan.

No comments: