Pages

Friday, January 11, 2008

Biar Bekas Asal Nyaman


Ini dia kereta api bar-lam (baru tapi lama). Ekonomi AC yang konon katanya boleh beli sisa dari negeri Matahari Terbit. Di sana sudah nggak terpakai, jual murah (mungkin murah lho ya...) dengan kualitas masih sangat layak guna. Per di beberapa jok kursinya mungkin sudah tak selentur waktu masih baru, tapi tetap saja jauh lebih manusiawi ketimbang kelas ekonomi yang non-AC (saya nggak sempet ngambil fotonya, takut HP kecopet nanti).

Mungkin sebagian kita menganggap adalah sebuah langkah bijak menggunakan barang sisa yang masih layak pakai. Nggak perlu keluar biaya banyak. Sebuah pola pikir yang bisa menjelaskan kenapa transaksi barang bekas di negeri ini begitu marak. Mulai onderdil, baju, elektronik, dll.

Saya tidak menyalahkan pandangan ini. Cuma mbok ya prihatin sedikit opo'o. Kalau mental kita terbiasa untuk nerima barang bekas terus, apa nggak makin terbelakang bangsa ini? Makin ogah mikir untuk melakukan inovasi-inovasi. Nunggu, nunggu dan terus menunggu. Produsen kereta bekas yang masih kita nikmati ini mengalami tragedi terbesar dalam sejarahnya, hanya berselang 8 hari dari tanggal kita memproklamirkan kemerdekaan. Lihat sekarang, kita menggunakan barang bekas mereka. Plis deh... (minjem istilah gaul masa kini).

Ah sutra lah. Buat apa berpanjang lebar. Belum tentu bisa memberi solusi. Mending nikmati saja. Dengan harga karcis Rp 6.000,-; empat kali lipat dari harga karcis ekonomi biasa; anak saya bisa mendapat kenyamanan yang nilainya berkali-kali lipat lebih nikmat ketimbang sumpeknya berdesak-desakan dengan kerumunan. Keringetan, bikin bau badan pula.

Biarin bekas, asal nyaman.


5 comments:

Alia said...

Kereta pakuan sudah seharusnya jadi standar kereta ekonomi kita!

muzakir said...

kemaren, gue juga pake pakuan express. dari beos sampe bogor. ujung ke ujung. setuju sama lo, biar bekas tapi nyaman. tapi ada yang lucu, salah satu papan iklan yang masih belum laku, ditempeli pesan dari PT KA (Bagian Non-angkutan kalo ga salah). Dan tagline-nya berbunnyi: "The best way to advertis your adds."

advertis tanpa e, itu salah. dan kata "adds" di belakang pasti maksudnya "ad(s)" sebagai kependekan dari advertisement, bukan add sebagai "tambah". itu salah yang kedua. hehehehe.

Makasih udah share pengalaman cin.

NB: sori gue suka bawel soal tulisan. abis gue anak buah bucin sih! wakakakaka

Budi 'bucin' Santoso said...

ALIA & ZAKY
Bener banget, tau gak pas berangkat kita naik ekonomi non-AC. Masya Allah sumpeknya, bener-bener nggak manusiawi. Wakil kita mana ngerti ya masalah gituan, wong kemana-mana maunya naik mobil nyaman ber-AC diiringi fore rider. Qeqeqe.

oca said...

"Wakil kita mana ngerti ya masalah gituan, wong kemana-mana maunya naik mobil nyaman ber-AC diiringi fore rider."

abis lo gak pernah ngajak mereka naek kereta seeeeeh !!!! :p
hai Cin.. pa kabbbbaaaaar?

Budi 'bucin' Santoso said...

OCA
wah sebuah kehormatan dikunjungi oleh Oca, salah satu dari bloggers yang saya kagumi.